Tersedia training online gratis dan sistem online marketing terkini termasuk web, sistem follow up dan randomizer.  klik di sini untuk info lebih lanjut. 

Tanaman Untuk Mengobati Rematik dan Nyeri Sendi

Bagi yang pernah mengalami nyeri pada persendian, sudah ngapal kalo penyakit yang satu ini kalau diminumi obat nyerinya akan menghilang, tetapi selang berapa lama nyeri akan datang lagi… hehehe datang dan pergi seperti cicak. Manakala nggak ada nyamuk, cicak nggak kelihatan batang hidungnya, begitu nyamuk mulai muncul cicak juga muncul tanpa permisi.

Untuk mengatasi tamu yang bandel ini sebenarnya bisa juga memanfaatkan tanaman yang ada di sekitar kita, yuk mari kita lihat….

JAHE

Ada dong di ibu sayur yang lewat di depan rumah…

Tinggal dibakar (nggak usah dikupas dulu), dicuci yang bersih (supaya hangusnya nggak ikut), lalu diparut. Bobokkanlah pada lengan atau bagian tubuh lain yang terasa nyeri tulang atau sendinya.

Kalau untuk diminum:

2 rimpang jahe dicuci lalu dibakar dulu, kemudian dikupas bersih. Digeprek dan rebus dengan susu segar. Hmmm.. nikmat dan menyehatkan, boleh jadi minuman sehari-hari.

PUTRI MALU

Yang paling khas dari tanaman putri malu adalah bila kita menyentuh daunnya yang kecil-kecil berjajar rapi itu, daun itu akan menutup (menakjubkan yah karya Tuhan).  Bunganya berwarna merah muda, berbentuk bola.

Ambillah 15 gram akar putri malu, rendamlah dalam 500 ml arak putih selama 2 minggu. (Arak putih untuk urut bisa didapat di toko obat cina). Pakailah untuk mengoles bagian yang sakit. Tidak boleh dipakai untuk wanita hamil.

BUNGA MATAHARI

Bunga yang cantik sekali, mari kita manfaatkan sebagai obat.

Bagian tengah bunga matahari dan 15 gr jahe direbus dengan sedikit air sampai kental. Lalu tempelkanlah ke bagian yang sakit.

BELUNTAS

Beluntas mudah didapatkan sebenarnya, karena tanaman ini tumbuh dimana-mana. Banyak orang suka memakannya sebagai lalapan atau pepes.

Cara membuatnya :

15 gr akar beluntas, direbus bersama 3 gelas air, sisakan sampai 1 gelas. Bagilah menjadi 2 dan minumlah 2x dalam sehari itu.

BELIMBING WULUH (DAUN BELIMBING WULUH)

Untuk dioleskan ke tubuh yang sakit:

-1 genggam daunnya yang masih muda (kira-kira se-ons), 10 bh bunga cengkeh, 15 butir mrica, diulek hingga halus, tambahkan cuka hingga menjadi adonan lembek. Oleskan pada bagian tubuh yang sakit.

-5 buah belimbing wuluh, 15 butir mrica hitam, 15 bh bunga cengkeh, 8 lembar daun kantil, diulek hingga lembut, tambahkan 2 sdm air jeruk nipis dan 1 sdm minyak kayu putih. Gunakanlah untuk mengolesi bagian tubuh yang terasa nyeri beberapa kali dalam sehari.

PEPAYA

Irislah penampang buah papaya supaya terlihat dalam buahnya. Masukkan ke dalamnya 2 buah telur ayam kampung mentah. Tutupkan kembali potongan penampang, rapat-rapat, kemudian bakarlah hingga telur matang. Makanlah telur yan sidah matang tersebut.

Resep lainnya, menggunakan:

2 buah akar pohon papaya dan 1 lembar daun papaya, ditumbuk hingga halus lalu direbus bersama 1 liter air. Biarkan mendidih hingga tersisa kira-kira 2 gelas. Air yang sudah disaring lalu diminum pagi dan sore hari.

KOMPRI

Bunganya ungu, bergerombol beberapa buah. Daun kompri terkenal manfaatnya sebagai pengobat rematik. Untuk mengobati rematik, ambil daun yang masih muda beberapa helai. Iris-iris kecil-kecil supaya mudah dimakan, santaplah sebagai lalapan.

Untuk ditempelkan pada tubuh yang sakit, gunakan akar kompri segar secukupnya yang digiling hingga halus.

DAUN AMBRE (AMBER)

Amber, sudah tidak asing terdengar di telinga kita sebagai aroma parfum, aromaterapi. Selain dipakai sebagai bahan baku kosmetika, daun amber bisa digunakan untuk meredakan rematik.

Ambillah 15 gr daun amber segar, tumbuk-tumbuklah sampai hancur, lalu lulurkan pada bagian tubuh yang menderita.

ANGGREK BONGKOL

Untuk mengobati rematik, digunakan semua bagian tanaman ini. Sebanyak 60 gram tanaman anggrek bongkol dicuci bersih dan direbus dalam 400 ml air. Didihkan kira-kira 15 menit. Minumlah air saringannya, sekaligus.

 

Semoga tulisan di atas bermanfaat…

Subcribe Yuk

Dapatkan email notifikasi setiap kali ada artikel baru di website ini.