Ingin punya bisnis sendiri? Ingin punya penghasilan tambahan? Yang satu ini bisa dikerjakan dari rumah atau dari mana pun saja!  Klik untuk info lebih lanjut! 

Rubella, Vaksin Wajib Untuk Mencegah Penyakit Campak Jerman

Vaksinasi, pada saat ini diandalkan sebagai cara yang paling efektif untuk pencegahan penyakit menular. Tindakan yang secara umum disebut “imunisasi” ini adalah untuk memberikan kekebalan baik sementara ataupun permanen terhadap jenis tertentu dari suatu penyakit. Namanya berasal dari bahasa Latin “vacca” yang berarti sapi yang diambil dari penelitian terhadap virus cacar sapi oleh Louis Pasteur yang mengembangkan vaksin pertama kali untuk penyakit cacar. Berkat vaksinasi, banyak kehidupan yang terselamatkan dari penyakit menular mematikan di seluruh dunia.

Dewasa ini berbagai vaksin telah dikembangkan dan telah terbukti efektif dalam mencegah protozoa, bakteri, virus, cacing dan jenis-jenis infeksi lainnya. Amerika Serikat adalah negara pertama di dunia yang telah sangat berhasil dalam menurunkan resiko penyebaran dari sejumlah penyakit menular yang terus mempengaruhi negara-negara lain. Negara-negara lain di seluruh dunia juga telah menyadari pentingnya vaksinasi terutama di kalangan anak-anak. Masa 2 tahun pertama kehidupan bayi harus diperkuat dengan vaksinasi yang umumnya diberikan secara bulanan. Di Amerika Serikat, vaksinasi untuk anak-anak yang tersedia meliputi vaksin untuk hepatitis A dan B, rotavirus, difteri / pertusis / tetanus (DTaP), homophiles influenza tipe B, pneumokokus (PPSV), polio (IPV), campak / mumps / rubella (MMR), dan cacar (varicella). sedangkan Vaksinasi untuk orang dewasa meliputi DTaP, IPV, PPSV, MMR, varicella, meningokokus (MCV), human papilloma virus (HPV), dan influenza yang diberikan secara tahunan. Pusat Pengendalian Penyakit (CDC) menegaskan bahwa infeksi dapat dicegah dengan vaksin sehingga dapat menekan biaya ekonomi dan sosial seperti terganggunya proses belajar anak-anak dan kehilangan waktu kerja bagi orang tua serta biaya yang berkaitan dengan rawat inap, obat-obatan, konsultasi dokter dan yang lebih buruk yaitu kematian dini.

 

Virus Rubella

Virus Rubella, atau campak Jerman adalah virus penyebab salah satu penyakit udara yang mudah ditularkan dari satu orang ke orang lain dengan menghirup tetesan cairan tubuh dari mulut atau hidung. Gejala dimulai dengan demam ringan dalam waktu satu atau dua hari ditambah dengan pembengkakan kelenjar getah bening di belakang telinga atau di leher. Kelenjar getah bening menjadi sangat lunak untuk disentuh. Gejala yang paling terlihat adalah ruam yang awalnya berkembang di wajah dan kemudian bergerak ke bagian lain dari tubuh. Ruam akan terlihat seperti serangkaian bintik-bintik, berwarna merah baik merah muda atau merah terang. Ruam mungkin terasa gatal, dan akan mulai mengelupas dalam beberapa hari. Gejala ini jamak ditemukan pada anak-anak yang mendapat serangan Rubella yang ringan.

Bila Rubella menyerang orang dewasa, gejalanya dapat meliputi: sakit kepala, radang mata, pembengkakan kelenjar getah bening di berbagai bagian tubuh, sendi bengkak dan nyeri. Kadang-kadang hidung tersumbat atau pilek. Hal ini dapat menjadi masalah jika diderita oleh seorang wanita hamil. Ketika ini terjadi, wanita bisa memiliki sindrom rubella bawaan, yang dapat menyebabkan keterbelakangan mental dan cacat pertumbuhan dan kelahiran pada bayi, termasuk: masalah hati, ketulian, masalah sumsum tulang serta pembentukan yang kurang sempurna pada limpa, hati dan mata janin.

 

Vaksin MMR

Pencegahan atas penyakit campak Jerman adalah melalui vaksinasi. Vaksin MMR adalah suntikan untuk mencegah penyakit gondong (Mumps), campak (Measles) dan campak jerman (Rubella). Vaksin ini pertama kali digunakan pada tahun 1971. Vaksin ini diberikan dalam bentuk gabungan untuk meningkatkan efektifitasnya dalam pencegahan penyakit. Bila vaksin diberikan dalam bentuk tunggal, selain kurang efektif juga dikarenakan akan memerlukan rentang waktu yang lama dalam pemberian vaksinnya serta dikarenakan ditemukannya resiko timbulnya autisme dan penyakit usus. Vaksin ini harus diberikan pada anak-anak dalam dua dosis yaitu pada usia 12-15 bulan dan yang kedua pada usia 4-6 tahun. Vaksin MMR mungkin memiliki efek samping yaitu bayi bisa mengalami demam dan ruam dalam waktu 1-2 minggu setelah vaksin diberikan. Beberapa bayi mungkin memiliki reaksi alergi terhadap vaksin. Pembengkakan kelenjar mungkin timbul sebagai respon kekebalan tubuh terhadap vaksin. Vaksin MMR terbukti memiliki tingkat efektifitas yang tinggi.

Jika orang dewasa menghendaki vaksin ini maka harus diberikan satu dosis vaksin jika mereka lahir setelah tahun 1956 dan tidak memiliki catatan riwayat atas vaksinasi maupun penyakit ini. Orang dewasa tidak memerlukan vaksin ini jika telah memenuhi kriteria tertentu seperti usia atau tes darah negatif. Beberapa tahun yang lalu, vaksin MMRV telah dikembangkan untuk mencakup perlindungan terhadap varicella atau cacar air.

Para wanita yang berencana hamil harus menjalani tes darah untuk melihat apakah mereka kebal terhadap penyakit ini. Jika tidak ada kekebalan terhadap Rubella, maka harus mendapatkan vaksin minimal satu bulan sebelum mencoba untuk hamil. Ibu hamil harus menghindari orang-orang yang terkena virus Rubella dan segera mendapatkan vaksinasi tepat setelah kehamilan.

 

Subcribe Yuk

Dapatkan email notifikasi setiap kali ada artikel baru di website ini.