Gaji kantor kurang? Ingin punya penghasilan tambahan? Bisnis online bersama d'BC Network telah terbukti melahirkan banyak jutawan baru.  klik di sini untuk informasi lebih lengkap. 

Resiko Bayi Tabung

Mungkin jika saat ini anda bersama pasangan anda belum juga memiliki anak, akan ada beberapa orang atau kawan anda yang menyarankan agar anda menggunakan program bayi tabung. Sayangnya mungkin anda belum mengetahui apakah itu program bayi tabung, bagaimana cara melakukannya dan apakah Resiko Bayi Tabung itu sendiri. Memang memiliki bayi tabung adalah solusi paling tepat jika anda sudah cukup lama menikah dan belum juga dikarunai anak, akan tetapi anda juga harus memperhatikan beberapa faktor penting sebelum anda menjalankan program bayi tabung.

Faktor awal yang perlu anda ketahui dan anda latih adalah mental anda dalam kesiapan untuk menerima berhasil atau tidaknya bayi tabung tersebut. Ya, saat awal kemunculan bayi tabung, tingkat keberhasilannya hanya mencapai 4% saja, namun kini dengan teknologi yang semakin canggih, kemungkinan tersebut naik menjadi 25% dan ini merupakan pencapaian yang sangat baik bagi dunia kedokteran. Setelah anda menyiapkan mental, berikutnya anda harus benar-benar memahami apakah Resiko Bayi Tabung yang mungkin terjadi nantinya baik itu bagi sang janin maupun bagi sang ibu yang akan mengandungnya kembali.

Resiko dari bayi tabung bagi sang anak

Berdasarkan beberapa penelitian yang sudah dimulai sejak awal munculnya bayi tabung, para ahli mengatakan bahwa anak yang lahir dari bayi tabung memiliki kemungkinan 30% untuk menderita tekanan pada bagian arteri paru-paru dan memiliki tingkat kekakuan pembuluh darah yang cukup tinggi. Lebih lanjut dikatakan bahwa, jika pada tingkatan normal penyakit jantung akan menyerang saat usia memasuki 70-80 tahun, maka pada anak-anak hasil bayi tabung kemungkinan akan terserang lebih dini yaitu pada usia 50-60 tahun.

Memang gejala-gejala ini juga bisa ditemukan pada anak yang tumbuh normal, akan tetapi ciri khas seperti ini memiliki kemungkinan yang lebih besar untuk ditemukan pada anak dari hasil bayi tabung. Para peneliti menemukan bahwa hal ini terjadi karena kurangnya perawatan intensif  saat pembuahan berhasil terjadi sehingga embrio yang dihasilkan cenderung memiliki daya tahan yang lebih lemah dibandingkan dengan embrio normal.

 

Resiko dari bayi tabung bagi sang ibu

Sempat ada penemuan cukup mengejutkan mengenai bayi tabung, dimana ternyata program bayi tabung ini bisa meningkatkan resiko terkena kanker rahim bagi sang ibu. Bagaimana bisa begitu? Ya, ini dikarenakan saat proses bayi tabung akan memerlukan malah sel telur yang lebih banyak dari pada biasanya sehingga perlu perangsangan tambahan dan agak sedikit memaksa agar sang ibu bisa menghasilkan sel telur dalam jumlah yang banyak

Nah stimulasi berulang-ulang inilah yang meningkatkan resiko terkena tumor rahim yang kemudian masuk pada fase berikutnya yang lebih ganas yaitu menjadi kanker rahim. Para peneliti menemukan bahwa hal ini terjadi apabila pengeluaran sel telur terlalu dipaksakan dan berulang-ulang apalagi jika dilakukan pada orang yang tidak memiliki kelainan organ reproduksi. Karena itu sangat tidak disarankan bagi anda yang memiliki rahim normal untuk memiliki bayi tabung. Semoga anda bisa memutuskan pilihan anda setelah membaca dan mengetahui Resiko Bayi Tabung ini :) .

Subcribe Yuk

Dapatkan email notifikasi setiap kali ada artikel baru di website ini.