Gaji kantor kurang? Ingin punya penghasilan tambahan? Bisnis online bersama d'BC Network telah terbukti melahirkan banyak jutawan baru.  klik di sini untuk informasi lebih lengkap. 

Penyebab Gangguan Pendengaran Pada Anak

Penyebab gangguan pendengaran pada anak. Di Amerika Serikat, setiap tahun terdapat 1-3 anak per seribu kelahiran lahir dengan gangguan pendengaran. Gangguan ringan dan bersifat sementara dialami anak ketika timbul cairan di telinga tengah saat anak mengalami infeksi virus atau selesma (common cold). Cairan ini kadang-kadang menetap sehingga menimbulkan gangguan pendengaran yang dapat menunda perkembangan bicara anak. Sebagian anak lain mengalami gangguan pendengaran yang permanen. Gangguan ini bisa ringan, bisa juga parah hingga tak bisa mendengar apa-apa.

Gangguan pendengaran yang bersifat bawaan bisa terjadi jika anak lahir prematur, mendapat perawatan di Neonatal Intensive Care Unit (NICU), ibu mengalami komplikasi saat kehamilan, atau ada riwayat gangguan pendengaran dalam keluarga. Beberapa jenis obat-obatan juga bisa memicu gangguan pendengaran. Selain itu, penyakit tertentu seperti meningitis dan campak dapat mengakibatkan gangguan pendengaran pada anak.
 

Penyebab gangguan pendengaran pada anak :

  1. Paparan terhadap bunyi keras yang terus-menerus juga menjadi salah satu penyebab gangguan pendengaran. Balita yang terpapar suara dengan kekuatan 80-85 desibel selama 24 jam, memiliki kemungkinan mengalami gangguan pendengaran yang menetap.
  2. Trauma telinga, misalnya terbentur benda keras di bagian telinga, juga bisa menyebabkan gangguan pendengaran karena gendang telinga pecah.

Beberapa gangguan pendengaran dapat dicegah, misalnya dengan memberikan vaksin campak dan meningitis. Sebab lain yang bisa dicegah adalah kernikterus akibat jaundice (bayi kuning) yang parah. Kernikterus dapat dicegah dengan fototerapi sebelum anak pulang dari rumah sakit.

Penyebab gangguan pendengaran pada anak. Untuk mendeteksi gangguan pendengaran secara dini, sebaiknya temui dokter anak subspesialis THT dan lakukan tes pendengaran. Lebih baik lagi jika melakukan skrining universal gangguan pendengaran saat usia bayi di bawah satu bulan agar dapat mendeteksi secara dini gejala gangguan pendengaran pada buah hati. Jika bayi tak lulus skrining, lakukan pemeriksaan komprehensif sebelum bayi berusia tiga bulan. Jika bayi terdiagnosa memiliki gangguan pendengaran, harus mendapatkan terapi sebelum berusia enam bulan.

Subcribe Yuk

Dapatkan email notifikasi setiap kali ada artikel baru di website ini.