Gaji kantor kurang? Ingin punya penghasilan tambahan? Bisnis online bersama d'BC Network telah terbukti melahirkan banyak jutawan baru.  klik di sini untuk informasi lebih lengkap. 

Penyakit Telinga

Sudah mengenal  telinga  Anda? Telinga merupakan salah satu organ tubuh yang sangat vital. Perannya untuk  mengenal  suara  bahkan  bisa menjaga  keseimbangan tubuh manusia.

Berbeda dengan telinga manusia, telinga pada hewan memiliki beberapa variasi berdasarkan fungsi  dan spesiesnya namun sebetulnya memiliki dasar yang sama dengan manusia.

Telinga merupakan alat untuk menangkap energi yang melewati udara, air, hingga benda lainnya yang mengalir pada sebuah gelombang. Peran menangkap suara ini tidak hanya dilakukan telinga, namun tetap bekerjasama dengan otak dan syaraf pusat sehingga rangsangan suara yang disampaikan ke otak adalah merupakan kerjasama antara telinga dan otak.

Telinga juga memiliki struktural di belakang labirin yang membentuk struktur utrikulus dan sakulu serta saluran gelung dimana fungsinya untuk mengatur keseimbangan tubuh dan keseimbangan syaraf pendengaran.

Dengan semakin mengenal telinga yang Anda miliki, tentu akan semakin mampu merawat telinga Anda  dengan  benar.

Salah satu penyakit telinga yang sering menyerang orang dewasa adalah penyakit Meniere. Penyakit ini dapat menyerang manusia di semua umur, dan kemungkinan paling besar dialami oleh kelompok umur   40-50 tahun. Pada beberapa kasus, penyakit Meniere hanya terjadi pada salah satu telinga. Namun 10-20% penderita diserang di kedua  telinganya.

Penyakit Meniere terjadi ketika bagian kantung endolimfatikus dalam saluran telinga menjadi bengkak. Kantung  ini  membantu  menyaring  dan mengeluarkan  cairan  di dalam kanalis  semisirkularis. Penyebab terjadinya penyakit ini belum diketahui secara jelas. Kemungkinan besar terjadi karena volume atau  komposisi  cairan di telinga bagian dalam yang  tidak normal.

Gejala  penyakit  ini mudah dikenali. Tanda-tanda utama penyakit  Meniere  yaitu vertigo  yang  berulang.  Vertigo  adalah sensasi  yang mirip dengan pengalaman ketika tubuh berputar cepat  beberapa kali dan  tiba-tiba  berhenti. Tubuh akan  merasa  seolah-olah berputar di ruangan dan kehilangan  keseimbangan, ini bisa menyebabkan mual dan muntah. Episode vertigo  terjadi  tanpa peringatan atau tanda-tanda dan biasanya berlangsung selama 20 menit sampai  dua jam atau lebih, bahkan hingga  24 jam.

Gejala lainnya adalah gangguan pendengaran yang terjadi  bisa di awal proses  terjadinya  penyakit, hingga  yang menetap. Tinnitus  adalah telinga berdenging  juga menjadi  salah satu tanda penyakit  ini. Pada penyakit  Meniere, tinnitus sering  terdengar  pada nada rendah.  Selain itu, kepenuhan aural, yaitu perasaan penuh atau tekanan dalam telinga juga menjadi tanda penyakit Meniere.

Tingkat keparahan, frekuensi, dan durasi dari gejala-gejala di atas bisa bervariasi, terutama pada awal penyakit. Misalnya, bisa saja hanya muncul gejala vertigo berat  yang  sering, sedangkan gejala lainnya hanya ringan. Atau, yang terasa hanya tinnitus yang amat mengganggu.

Tak  ada  obat-obatan  khusus  untuk  penyakit  ini, namun gejala-gejalanya  dapat diringankan. Selain itu berbagai terapi  dapat  dilakukan  tergantung  kondisi  pasien, dari yang non-invasif seperti  rehabilitasi keseimbangan tubuh  akibat  vertigo, suntikan obat  ke telinga bagian tengah, serta penggunaan alat  bantu dengar, hingga yang  invasif  berupa pembedahan.

Subcribe Yuk

Dapatkan email notifikasi setiap kali ada artikel baru di website ini.