Gaji kantor kurang? Ingin punya penghasilan tambahan? Bisnis online bersama d'BC Network telah terbukti melahirkan banyak jutawan baru.  klik di sini untuk informasi lebih lengkap. 

Pengetahuan Tentang Proses Terjadinya Batuk

Setiap orang, baik tua muda, miskin kaya, siapapun pasti pernah batuk meskipun sekali di dalam hidupnya. Permasalahnnya, batuk itu ada yang fisiologis (normal) dan ada yang patologis (pertanda akan datangnya suatu penyakit). Nah itulah mengapa kita perlu mengenal proses terjadinya batuk.

Batuk memiliki sedikitnya tiga makna yang spesifik atau khas, yaitu:

  • suatu pernapasan permulaan yang begitu dalam
  • suatu usaha pernapasan (expiratory) yang bersifat kuat namun singkat melawan pita atau celah suara (glottis) yang tertutup, serta membukanya glottis dengan penutupan nasofaring
  • upaya pernapasan yang hebat nan penuh semangat (vigorous expiration) melalui mulut.

Klinisi juga perlu mengenal proses terjadinya batuk, mengingat ini amat penting untuk menegakkan diagnosis penyakit dan memberikan terapi ke penderita atau pasien. Biasanya klinisi menyederhanakan batuk menjadi batuk kering dan batuk basah atau batuk non produktif dan batuk produktif.

Untuk mengenal proses terjadinya batuk, maka pertama kali kita haruslah mengetahui bagaimana fisiologis batuk itu. Menurut kepustakaan kedokteran, batuk seringkali dianggap dimediasi melalui nervus vagus. Hal ini dapat menjelaskan batuk yang disebabkan oleh karena iritasi yang berasal dari telinga luar yang diinervasi oleh cabang kecil dari nervus vagus. Hal itu menyebabkan iritasi faring karena adanya benda asing berupa postnasal drip tidak dapat menyebabkan batuk, karena faring sendiri tidak memiliki inervasi vagal. Oleh karena itu, mukus dan berbagai mediator peradangan untuk pertama kalinya haruslah mencapai laring.

Batuk dapat diinisiasi dari laring, termasuk bagian supraglotisnya, dari trakea dan dari bagian bronkus yang berukuran lebih besar. Iritasi pada bronkus, bronkiolus, dan alveoli yang berukuran lebih kecil tidak dapat menyebabkan batuk. Batuk diinisiasi dari beberapa tempat tertentu dimana tidak akan efektif karena aliran udara luminal dan kecepatannya akan terlalu rendah untuk memotong kekuatan yang cukup untuk membersihkan mukus dan debris di saluran pernapasan.

Mengenal proses terjadinya batuk salah satunya dengan mempelajari bagaimana mekanisme sensoris batuk terjadi. Pada zona saluran pernapasan yang dapat menginisiasi batuk, dari bagian laring hingga bronki, semuanya mengandung reseptor batuk yang disebut sebagai “rapidly adapting pulmonary stretch receptors (RARs)”. RARs ini tidak sensitif terhadap respon yang beragam dari berbagai zat dan mediator kimiawi yang dapat memproduksi batuk, seperti: histamin, bradikinin, prostaglandin, 5-hidroksitriptamin, capsaicin, takikinin, dan sebagainya.

Subcribe Yuk

Dapatkan email notifikasi setiap kali ada artikel baru di website ini.