Ingin punya bisnis sendiri? Ingin punya penghasilan tambahan? Yang satu ini bisa dikerjakan dari rumah atau dari mana pun saja!  Klik untuk info lebih lanjut! 

Pengaruh Makanan Berlemak Terhadap Penyakit Asam Urat

Beberapa orang mungkin tidak memahami pengaruh makanan berlemak terhadap penyakit asam urat sehingga terus mengkonsumsi makanan tersebut walaupun kondisi asam uratnya sudah semakin memburuk. Jangan teruskan kebiasaan ini, sebab jumlah lemak dalam tubuh sangat berpengaruh dan bahkan akan memperburuk kondisi kesehatan jika tidak dikontrol dengan baik. Makanan berlemak erat kaitannya dengan obesitas, sebuah kondisi yang konon menjadi pangkal segala macam penyakit. Maka, di bawah ini juga akan dijelaskan tentang kaitan obesitas dan penyakit asam urat.

Untuk wanita, makan makanan berlemak bukan hanya akan mengurangi rasa percaya diri karena bisa menyebabkan kegemukan, namun juga membawa resiko menderita penyakit lebih besar daripada pria. Hal ini akan terjadi terutama setelah wanita mendapat menstruasi untuk pertama kalinya. Dengan demikian, resiko menderita penyakit asam urat yang disebabkan oleh pola makan yang salah juga akan lebih besar pada wanita dibandingkan pria. Dewasa ini, fakta juga telah membuktikan bahwa  jumlah wanita gemuk lebih banyak daripada pria gemuk.

 

Pengaruh Makanan Berlemak Terhadap Penyakit Asam Urat

Makanan berlemak ada banyak macamnya, mulai dari gorengan hingga jeroan. Dari ratusan contoh makanan berlemak, yang paling berbahaya tentu saja makanan yang mengandung purin dalam jumlah tinggi. Di dalam tubuh, konsumsi lemak berlebih (terutama jeroan) akan membuat kerja enzim hipoksantin menjadi lebih berat untuk mengolah purin. Akibatnya, jumlah purin yang memang sudah melimpah dalam makanan tertentu akan tetap tertinggal di dalam darah dan pada akhirnya akan mengumpul di area persendian. Kondisi inilah yang kemudian menimbulkan nyeri yang luar biasa.

Bagi sebagian besar orang Indonesia, jeroan merupakan salah satu hidangan yang digemari. Sebagian masyarakat bahkan sangat menyukai makanan khas seperti soto babat, sate jantung hingga kerupuk limpa. Sayangnya, hanya sedikit dari mereka yang memperhitungkan dampak dari gaya hidup ini. Jeroan umumnya mengandung kadar purin dalam jumlah yang cukup besar dan merupakan pantangan terbesar setelah bayam dan durian. Selain itu, asam urat juga akan kambuh saat seseorang (sengaja atau tidak) mengkonsumsi terlalu banyak telur, kerang dan ikan herring, teri, makarel, salmon, ayam dan kalkun.

 

Bagaimana Mengatasinya?

Mengatasi asam urat memang susah-susah gampang. Menjaga asupan makanan tertentu saja tidak cukup, sebab ada hal lain yang juga patut diperhatikan dengan seksama. Kunci mengatasi asam urat sebenarnya terletak pada perubahan gaya hidup yang umumnya selalu diidentikkan dengan pengaturan pola makan. Hal ini tidak salah, namun tidak sepenuhnya benar. Kesadaran untuk menjaga berat badan dengan berolah raga juga menjadi hal yang tak bisa terelakkan bagi penderita asam urat, sebab obesitas kerap kali menjadi masalah yang memperburuk rasa nyeri di persendian yang berkepanjangan. Olah raga teratur setiap pagi merupakan salah satu cara mengatasi asam urat secara berkala, maka langkah ini sebaiknya dilakukan secara rutin pula.
Membatasi konsumsi makanan tinggi kalori juga dianjurkan dan seseorang harus memahami  jumlah normal kalori yang dibutuhkan menurut usia, jenis kelamin dan kondisi kesehatannya. Tentu saja, peran dokter sangat penting disini guna membimbing dan membantu menghitung jumlah kalori yang harus dikonsumsi. Minum air putih dalam jumlah yang cukup juga sangat dianjurkan, setidaknya 8 gelas sehari.Langkah yang kedua sudah amat jelas, yaitu membatasi konsumsi makanan tinggi purin. Selain mengurangi konsumsi jeroan, babat, limpa, hati, otak, ginjal, paru, minuman beralkohol, telur dan daging, juga disarankan untuk membatasi asupan kacang-kacangan dan olahannya seperti tempe, tahu, kacang hijau, kacang tanah, serta sayuran seperti kembang kol, asparagus, kangkung dan bayam  yang bisa membuat lutut dan kaki terasa ngilu sepanjang hari. Jika termasuk orang yang doyan makan durian dan alpukat, sebaiknya kurangi konsumsinya dari sekarang.

Untuk mendukung asupan cairan yang mencukupi sesuai dengan anjuran, jangan lupa mengkonsumsi buah-buahan yang kaya air, seperti melon, jambu air, semangka, blewah, nanas dan belimbing. Buah-buahan tersebut cukup rendah kadar purinnya, berbeda dengan durian dan alpukat. Dengan memahami pengaruh makanan berlemak terhadap penyakit asam urat, seyogyanya bisa lebih berhati-hati dalam memilih dan mengkonsumsi makanan demi menjaga kesehatan.

Subcribe Yuk

Dapatkan email notifikasi setiap kali ada artikel baru di website ini.