Tersedia training online gratis dan sistem online marketing terkini termasuk web, sistem follow up dan randomizer.  klik di sini untuk info lebih lanjut. 

Pengaruh Lingkungan Keluarga Terhadap Perkembangan Anak

Pengaruh Lingkungan Keluarga Terhadap Perkembangan Anak merupakan sesuatu yang harus kita cermati dan pelajari. Perkembangan anak dapat diartikan sebagai perubahan-perubahan yang dialami oleh anak baik secara fisik maupun psikologis menuju tingkat kematangan atau kedewasaannya. Dalam perkembangan anak, lingkungan berpengaruh terhadap perkembangan anak.

Sedangkan pengaruh lingkungan keluarga dapat diartikan sebagai daya yang timbul dari lingkungan keluarga yang ikut membentuk atau membangun sifat dan karakter anak. Bagi anak, lingkungan keluarga merupakan lingkungan yang paling berpengaruh, setelah itu sekolah, baru kemudian masyarakat. Keluarga adalah lingkungan terkecil yang dibangun oleh orang tua bersama anggota keluarga lainnya. Pembentukan sifat atau karakter anak berhubungan dengan sosialisasi  atau suatu proses penanaman nilai dan aturan dari orang tua kepada anak.

Ketika anak Anda berusia 1 sampai dengan 5 tahun, ia akan berusaha mengenal dan membedakan dirinya dengan orang lain dalam lingkungan keluarga. Dalam hal ini orang tua memegang peranan penting karena dapat membantu proses interaksi secara terbatas dan mendukung perkembangan anak. Pada tahap ini Anda harus lebih intens bersama anak Anda. Luangkan waktu disela-sela kesibukan pekerjaan Anda.

Dalam pengaruh lingkungan keluarga terhadap perkembangan anak, ada beberapa hal yang terjadi dalam sikap dan perilaku anak yang melibatkan keluarganya, yaitu :

1. Proses imitasi (meniru)

Imitasi merupakan kegiatan meniru segala perilaku orang di sekitarnya termasuk orang tuanya. Ketika anak belajar meniru, pengetahuan dan interaksi sosialnya anak akan berkembang pesat. Contoh : anak meniru kebiasaan orang tuanya makan dengan sendok dan garpu. Berbicara mengikuti gaya bicara orang tuanya. Oleh karena itu pada proses imitasi ini diharapkan orang tua dapat memberikan contoh keteladanan bagi anak-anaknya sehingga anak Anda dapat berkembang dengan baik.

2. Mempunyai kemampuan mempengaruhi orang lain

Pada proses ini anak memiliki kemampuan untuk mempengaruhi orang lain seperti mengatur permainan dengan teman-teman sebayanya.

3. Mempunyai empati

Empati merupakan kepekaan seseorang terhadap perasaan orang lain. Ini merupakan proses perkembangan anak selanjutnya yang memerlukan keteladanan dari orang tuanya. Anda dapat mengajarkan anak Anda berempati dengan cara menolong orang lain, berderma/memberikan sedekah kepada orang yang terkena musibah dan lain sebagainya.

Berdasarkan penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa sikap dan tingkah laku anak merupakan cerminan sikap dan tingkah laku orang tua. Jika sikap dan tingkah laku orang tua baik, maka anak akan cenderung memiliki sikap dan tingkah laku yang baik pula. Demikian pula sebaliknya.

Oleh karena itu tidaklah mengherankan jika setiap keluarga selalu berbeda dengan keluarga lainnya. Para ahli sosiologi mengatakan bahwa pengaruh keluarga sangat besar dalam pembentukan landasan kepribadian anak. Keluarga yang mengalami ketidakharmonisan, penuh dengan konflik dapat menghambat perkembangan anak. Anak akan menjadi orang yang cepat marah, mudah murung, cemas dan sikap negatif lainnya. Sudah selayaknyalah kita sebagai orang tua saling bahu membahu dalam mendidik demi berkembangnya anak ke arah yang lebih baik dengan memperhatikan Pengaruh Lingkungan Keluarga Terhadap Perkembangan Anak.

Subcribe Yuk

Dapatkan email notifikasi setiap kali ada artikel baru di website ini.