Ingin punya bisnis sendiri? Ingin punya penghasilan tambahan? Yang satu ini bisa dikerjakan dari rumah atau dari mana pun saja!  Klik untuk info lebih lanjut! 

Pandangan Islam Tentang Bayi Tabung

Pandangan Islam tentang bayi tabung yang difatwakan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) membolehkan bayi tabung bila sperma dan ovum berasal dari pasangan suami istri yang sah. Hal ini didasarkan pada kaidah ikhtiar atau berusaha yang sesuai dengan kaidah agama. Bayi tabung sendiri adalah salah satu cara yang dilakukan oleh banyak pasangan yang merasa kesulitan untuk mendapatkan momongan dan mereka mencoba teknologi kedokteran berupa teknologi bayi tabung. Bayi tabung sendiri adalah sebuah teknik pembuahan sel telur yang terjadi di luar tubuh wanita dan metode ini dipilih untuk mengatasi masalah kesuburan yang dialami oleh pasangan suami istri ketika cara yang lain tidak berhasil dilakukan.

1. Pendapat MUI Tentang Bayi Tabung

MUI telah membolehkan para pasangan suami istri untuk melakukan program bayi tabung jika sperma dan ovum berasal dari pasangan yang sah. Namun, para ulama mengharamkan proses bayi tabung dari pasangan suami istri jika mereka menitipkannya kepada rahim perempuan lain karena di kemudian hari akan menimbulkan masalah yang berhubungan dengan hak waris. Selain itu pandangan Islam tentang bayi tabung bila sperma berasal dari suami yang telah meninggal dunia, maka hukumnya juga haram karena dikhawatirkan akan timbul masalah yang rumit yang berkaitan dengan hak waris dan juga nasab. MUI juga mengharamkan bayi tabung jika ovum dan sperma yang berasal dari pasangan yang tidak sah karena hal ini dikaitkan dengan statusnya yang sama dengan hubungan badan antar lawan jenis yang berada di luar pernikahan dan ini juga dikategorikan dengan berzina.

2. Bayi Tabung Dan Prosesnya

Dalam melakukan proses bayi tabung, para ulama juga mengharamkan hal tersebut jika pasangan suami istri mendapatkan sperma dari donor sperma yang masih aktif milik siapa pun dan berasal dari laki-laki super atau laki-laki yang mempunyai kualitas intelektual dan bakat lainnya. Hal ini juga dikategorikan dengan berzina karena sperma tidak berasal dari pasangan sah suami istri. Selain itu, anak hasil bayi tabung pun nantinya menjadi anak tidak sah dan nasabnya nanti hanya akan berhubungan dengan ibu yang melahirkan. Hukum bayi tabung lainnya adalah jika sperma yang dimiliki oleh suami tetapi cara mengeluarkannya tidak mutaram maka hukum dari bayi tabung pun akan menjadi haram. Yang disebut dengan mani muhtaram adalah air mani yang dikeluarkan dengan cara yang tidak dilarang olah hukum islam. Hal tersebut juga merupakan pandangan Islam tentang bayi tabung.

Subcribe Yuk

Dapatkan email notifikasi setiap kali ada artikel baru di website ini.