Gaji kantor kurang? Ingin punya penghasilan tambahan? Bisnis online bersama d'BC Network telah terbukti melahirkan banyak jutawan baru.  klik di sini untuk informasi lebih lengkap. 

Mengenal Vaksin Rubella

Vaksin Rubella adalah vaksin yang digunakan pada imunisasi Rubella atau campak Jerman. Vaksin Rubella pertama kali dikenalkan pada tahun 1969. Namun pada tahun 1971, vaksin ini digabungkan dengan vaksin campak (measles) dan vaksin gondongan (mumps) yang telah ditemukan jauh sebelum vaksin rubella ditemukan. Gabungan ketiga vaksin tersebut dinamakan MMR. Tidak lama setelah itu, vaksin untuk ketiga penyakit tadi tidak diberikan terpisah, melainkan diberikan dalam satu paket yaitu MMR.

Vaksin Rubella atau MMR merupakan virus campak, gondongan, dan campak jerman yang sudah dilemahkan, namun masih hidup. Pada beberapa negara, vaksin rubella juga digabungkan dengan vaksin penyakit lain, misal MMRV (digabungkan dengan vaksin cacar air atau chickenpox).

Pemberian Vaksin Rubella atau MMR ini penting untuk mencegah terjadinya infeksi campak jerman/ rubella, terutama pada wanita, agar kehamilan dan janinnya tetap terlindungi. Vaksin MMR diberikan 2 kali. Pertama, diberikan pada saat bayi sudah berumur di atas 1 tahun atau pada usia 12-15 bulan, dan kemudian diberikan kembali pada anak umur 4-6 tahun. Vaksin MMR juga dapat diberikan pada orang dewasa yang sewaktu kecil belum mendapatkan vaksin ini. Hanya saja perlu diperhatikan selang waktu antara dosis MMR pertama dan dosis MMR kedua, yakni minimal 28 hari.

Semua orang sebaiknya memperoleh vaksin MMR, namun tidak semua orang boleh diberi vaksin MMR. Mereka yang sedang menjalani pengobatan kanker dengan obat dan radiasi serta mereka yang menderita HIV dan penyakit berbahaya tidak boleh diberi vaksin MMR. Begitu juga dengan ibu hamil.

Vaksin Rubella atau MMR diberikan dengan cara disuntikkan pada otot paha atau pada lengan bagian atas. Muncul teori yang mengatakan bahwa pemberian vaksin MMR mampu menyebabkan autis pada anak. Namun, teori tersebut telah disangkal oleh para ahli. Vaksin Rubella atau MMR tidak menimbulkan risiko yang berat, namun terkadang dapat menimbulkan beberapa efek samping seperti muncul ruam merah pada bagian yang disuntik, muncul rasa nyeri sendi, atau demam.

Subcribe Yuk

Dapatkan email notifikasi setiap kali ada artikel baru di website ini.