Ingin punya bisnis sendiri? Ingin punya penghasilan tambahan? Yang satu ini bisa dikerjakan dari rumah atau dari mana pun saja!  Klik untuk info lebih lanjut! 

Macam-Macam Gangguan pada Saluran Pencernaan dan Cara Mengatasinya

Macam-macam gangguan pada saluran pencernaan adalah segala penyakit yang terjadi pada saluran pencernaan, dan bisa terjadi di bagian mana pun dari sistim pencernaan seperti di lambung, usus besar, usus kecil, usus dua belas jari, kolon dan bahkan pada rectum. Gangguan pada saluran pencernaan ini bermacam-macam dari yang ringan dan dapat diatasi dengan pengobatan topical seperti sembelit atau diare sampai dengan yang sangat serius dan memerlukan tindakan medis seperti kanker usus.

Macam-Macam Gangguan pada Saluran Pencernaan dan Pencegahannya

Berikut adalah beberapa gangguan saluran pencernaan yang umum ditemui:

  • Diare. Ini termasuk gangguan pada saluran pencernaan yang paling sering ditemui, khususnya pada anak-anak. Penyebab diare bisa bermacam macam, mulai dari kurangnya kebersihan makanan, salah makan, infeksi, cacingan dan lain-lain. Bakteri yang masuk ke dalam sistim pencernaan mengakibatkan terjadinya rangsangan yang kuat pada mukosa usus yang menyebabkan peningkatan gerakan otot usus, akibatnya makanan tidak dapat terserap secara sempurna. Diare dapat dikatakan akut jika mencret lebih dari 4 kali sehari dengan konsentrasi tinja yang semakin lama semakin cair. Diare tidak menyebabkan kematian, namun dehidrasi yang menyertainya dapat membuat penderita kehilangan cairan tubuh secara drastis yang jika tidak ditangani dapat membuat penderita meninggal. Jadi, yang perlu sangat diwaspadai bukan lah diarenya, melainkan dehidrasinya. Pastikan penderita mendapatkan cukup minum agar cairan tubuhnya terjaga. Salah satu indikator apakah penderita diare mengalami dehidrasi atau tidak, cermati kuantitas air seninya. Selama kuantitasnya cukup, berarti penderita tidak mengalami dehidrasi. Pengobatan awal untuk diare yaitu dengan memberikan oralit. Oralit mengandung natrium, glukosa, kalium dan bikarbonat –semua kandungan tersebut berfungsi untuk menggantikan cairan yang hilang lewat BAB yang berlebihan. Berikan oralit pada penderita sesuai dengan dosis yang disarankan. Komposisi oralit untuk orang dewasa dan anak anak berbeda. Pada anak, natriumnya harus lebih rendah jadi jangan berikan oralit terlalu banyak pada anak-anak karena malah akan mengakibatkan hipernatrium dimana bisa-bisa anak mengalami koma.
  • Sembelit (Konstipasi). Berbanding terbalik dengan diare, dimana feses yang keluar berbentuk cair dengan frekuensi yang tinggi; sembelit atau konstipasi merupakan gangguan pada sistem pencernaan dimana penderitanya mengalami pengerasan feses sehingga sulit untuk dikeluarkan, bahkan sampai menyebabkan rasa sakit yang amat sangat bagi penderitanya. Penyebab konstipasi bermacam-macam, mulai dari pola makanyang buruk, stres, gangguan hormon, efek samping obat obatan tertentu, dan bisa juga karena kelainan anatomis. Pencegahan konstipasi dapat dilakukan dengan memperbaiki pola makan dan memperbanyak asupan serat, sedangkan untuk pengobatannya dapat dilakukan dengan mengkonsumsi obat pencahar (laksatif) sesuai dosis yang disarankan. Namun bila konstipasi begitu serius(obstipasi), tindakan pembedahan mau tak mau menjadi pilihan, meski kasus seperti ini jarang terjadi.
  • Wasir (Hemoroid). Ini merupakan gangguan pencernaan berupa pelebaran pembuluh darah balik di dalam jaringan pembuluh darah di bagian anus akibat tekanan yang berlebihan. Keluhan awal biasanya adalah keluarnya tetesan darah setelah BAB. Pencegahan wasir bisa dilakukan dengan menerapkan diet kaya serat, yaitu dengan mengkonsumsi banyak sayuran dan buah buahan agar volume tinja besar namun tetap lembek, sehingga proses BAB menjadi mudah dan lancar karena tidak perlu mengejan, dimana hal tersebut dapat merangsang timbulnya wasir.
  • Kanker Usus. Penyakit ini masuk dalam urutan ketiga penyebab kematian terbesar di seluruh dunia. Penelitian menunjukkan kandungan kalsium yang tinggi yang terdapat pada susu dapat melindungi usus dari serangan kanker. Konsumsi kalsium dalam jumlah yang cukup setiap harinya dapat mengurangi tingkat resiko kanker usus. Oleh karena itu, sebagai pencegahannya, sebaiknya anda rutin mengkonsumsi susu dan juga produk olahan susu seperti yogurt dan keju. Selain itu, konsumsi kalori, buah dan sayuran secara seimbang untuk mengurangi tingginya timbunan lemak yang mengakibatkan timbulnya macam-macam gangguan pada saluran pencernaan.

Cermati macam-macam gangguan pada saluran pencernaan dan konsultasikan segera kepada dokter Anda bila menemukan gejalanya, sehingga tindakan yang diperlukan untuk mengatasi gangguan ini bisa segera diketahui dan diatasi dengan baik.

Subcribe Yuk

Dapatkan email notifikasi setiap kali ada artikel baru di website ini.