Gaji kantor kurang? Ingin punya penghasilan tambahan? Bisnis online bersama d'BC Network telah terbukti melahirkan banyak jutawan baru.  klik di sini untuk informasi lebih lengkap. 

Ketahui Gejala dan Penyebab Endometriosis Agar Bisa Mencegahnya

Endometriosis merupakan penyakit yang berkaitan dengan organ reproduksi wanita sehingga penting bagi setiap wanita untuk mengetahui apa saja gejala dan penyebab endometriosis agar dapat dengan tepat mencegah dan mengatasinya. Sebelum beranjak lebih jauh membahas tentang gejala dan penyebab dari penyakit Endometriosis tersebut, maka ada baiknya kita memahami terlebih dahulu apa sebenarnya endometriosis itu.

Endometriosis berasal dari kata endometrium dan merupakan sebuah jaringan yang menjadi bagian dari organ reproduksi wanita. Endometrium terletak di rahim dan berfungsi sebagai dinding yang melapisi rahim. Dalam siklus menstruasi dimana sel telur dilepaskan, endometrium bertambah ketebalannya. Hal ini sebagai upaya untuk mempersiapkan rahim sebagai tempat berkembangnya janin saat pembuahan terjadi. Namun, saat tidak terjadi pembuahan, maka dinding yang telah menebal tersebut luruh dan dikenal sebagai menstruasi.

Penyakit endometriosis dikatakan muncul apabila endometrium tumbuh tidak pada tempat yang seharusnya, yaitu di dalam rahim, melainkan di luarnya. Tempat tumbuhnya endometriosis dapat berbeda satu kasus dengan yang lainnnya. Endometriosis dapat tumbuh di ovarium, di jaringan yang menunjang uterus, di saluran tuba falopi, di kandung kemih, dan dapat juga di antara vagina dan rektum. Salah satu mitos yang beredar mengenai Endometriosis adalah bahwa penyakit tersebut merupakan infeksi seksual yang menular. Hal ini tidak benar, karena Endometriosis bukan merupakan penyakit reproduksi yang ditularkan dan tidak ada hubungannya dengan aktivitas seksual penderitanya.

Gejala Endomeriosis

Ada beberapa gejala dari endometriosis yang dapat dirasakan secara langsung oleh penderitanya. Namun, gejala dari penyakit endometriosis yang paling kentara adalah rasa nyeri pada panggul yang berulang. Parahnya rasa nyeri yang dirasakan pada bagian panggul oleh penderita bisa bervariasi dan tidak selalu tergantung dari stadium penyakit endometriosis yang diderita. Parahnya rasa nyeri tersebut juga dapat disebabkan oleh sensitivitas penderitanya. Jadi belum tentu wanita yang mengalami sakit yang luar biasa memiliki area endometriosis yang luas, dan belum tentu pula wanita yang hanya mengalami sedikit nyeri pada panggulnya memiliki area endometriosis yang sempit.

Untuk itu perlu diwaspadai seberapa ringanpun sakit yang dirasakan. Rasa nyeri tersebut bisa saja ringan hingga parah sampai menderita kram pada kedua sisi panggul, punggung bagian bawah, bahkan hingga ke bagian kaki. Rasa nyeri pada perut bagian bawah seringkali tidak dianggap serius oleh para wanita karena mereka menganggap hal tersebut sebagai gejala pra dan saat menstruasi yang lumrah. Rasa sakit ini biasanya menjadi semakin menjadi-jadi apabila penderitanya kelelahan atau saat melakukan hubungan seksual. Darah menstruasi yang keluarpun biasanya sangat banyak tidak seperti sewajarnya.

Gejala lain dapat pula berupa susah buang air besar atau bahkan diare. Mengalami rasa sakit bahkan perdarahan saat berkemih juga bisa jadi salah satu indikasi terdapatnya endometriosis. Infertilitas juga merupakan salah satu indikasi endometriosis. Banyak wanita yang mengalami infertilitas ternyata memiliki  endometriosis.

Penyebab Endometriosis

Endometriosis merupakan sebuah gangguan kesehatan yang berkaitan dengan organ reproduksi dan disebabkan oleh tumbuhnya jaringan endometrium di luar rongga rahim. Hal terkuat yang menjadi penyebab terjadinya pertumbuhan jaringan endometrium yang tidak pada tempatnya itu adalah faktor genetis atau faktor keturunan. Jadi apabila seorang ibu mengalami endometriosis, maka dapat hampir dipastikan bahwa anak perempuannya juga akan mengalami hal yang sama. Endometriosis dapat terjadi pada rentang usia reproduksi dan sangat ditakuti oleh para wanita karena bisa mengakibatkan ketidaksuburan.

Menurut para ahli, endometriosis disebabkan karena pengaruh hormon steroid, terutama estrogen. Dominasi dari hormon estrogenlah yang dapat memicu tumbuhnya endometriosis. Selain pada wanita yang memiliki gen penderita endometriosis, resiko tinggi terjadinya endometriosis juga ditemukan pada wanita yang memiliki siklus menstruasi 27 hari atau kurang, mengalami masa menstruasi lebih dari 7 hari, orgasme ketika menstruasi, dan mengalami menstruasi pertama yang lebih awal. Polusi udara, pola makan yang tidak sehat, kurangnya aktivitas fisik, juga pematangan poros hormon yang cepat dikarenakan paparan terhadap tayangan visual yang merangsangnya, juga dipercaya sebagai penyebab pemicu tumbuhnya endometriosis.

Mencegah Endometriosis

Setelah mengetahui penyebab dan gejala tumbuhnya endometriosis, maka para wanita hendaknya dapat mengetahui bagaimana cara mencegahnya. Tumbuhnya endometriosis yang disebabkan karena faktor genetis memang sulit dan bahkan tidak mungkin untuk dicegah, namun faktor penyebab dari endometriosis yang lainnya tentu bisa ditangkal.

Menjaga pola makan yang sehat merupakan salah satu usaha yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya endometriosis. Makanan yang tersedia sekarang ini banyak yang mengandung residu dan bahan-bahan yang menyebabkan penumpukan zat racun di dalam tubuh. Untuk itu, selalu pastikan bahwa makanan yang dikonsumsi dalam keadaan segar, bebas pengawet, pewarna buatan, atau bahan-bahan berbahaya lainnya.

Selain itu rajinlah berolahraga dan hidup lebih aktif. Kurangnya aktifitas fisik bisa memicu tumbuhnya endometriosis. Pencegahan penyakit endometriosis sudah seharusnya dilakukan sejak dini, untuk itu para ibu hendaknya selalu memperhatikan kondisi organ dan sistem reproduksi anak perempuannya. Mendidik anak untuk menjaga kebersihan organ reproduksinya dan memberitahu apabila ada hal yang diluar kewajaran mengenai sistem reproduksi yang dialaminya akan meminimalkan resiko terkena endometriosis. Memantau agar anak tidak menonton tontonan yang tidak sesuai dengan umurnya juga merupakan salah satu usaha pencegahan endometriosis. Semoga paparan mengenai gejala dan penyebab endometriosis, juga pencegahannya ini bermanfaat untuk Anda.

Subcribe Yuk

Dapatkan email notifikasi setiap kali ada artikel baru di website ini.