Ingin punya bisnis sendiri? Ingin punya penghasilan tambahan? Yang satu ini bisa dikerjakan dari rumah atau dari mana pun saja!  Klik untuk info lebih lanjut! 

Kasus HIV di Indonesia

Human Immunodeficiency Virus, atau disingkat HIV, adalah virus penyebab penyakit Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS). Virus ini menyerang sistem kekebalan tubuh manusia, yang membuat tubuh rentan terhadap infeksi oportunistik, atau mudah terkena tumor. HIV dapat ditularkan melalui hubungan seksual yang tidak aman, transfusi darah, penggunaan jarum suntik yang terkontaminasi, serta antara ibu dan bayi selama kehamilan, persalinan atau menyusui.

Penderita AIDS pertama kali dilaporkan di Amerika Serikat pada tahun 1981, sedangkan kasus HIV di Indonesia pertama kali ditemukan pada tahun 1987 di Bali. Sejak ditemukan pada tahun 1987 hingga September 2012, tercatat 92.251 kasus positif infeksi HIV dengan jumlah kasus tertinggi ditemukan di DKI Jakarta sebanyak 21.775 kasus, dan 39.434 kasus penderita AIDS dengan jumlah kasus AIDS tertinggi ditemukan di Papua sebanyak 6.299 kasus. Mayoritas kasus HIV di Indonesia disebabkan oleh perilaku seks yang tidak aman. Namun yang menarik, jumlah kasus AIDS tertinggi justru ditemukan pada orang-orang yang berprofesi sebagai wiraswasta sebanyak 4.604 kasus, kemudian diikuti oleh ibu rumah tangga sebanyak 4.251 kasus. Hal ini menunjukkan bahwa siapa saja bisa berpotensi terkena infeksi HIV.

Program Pemerintah Untuk Mencegah Penularan HIV

Jumlah kasus yang dilaporkan ini tidak mencerminkan jumlah penderita yang sebenarnya, karena penderita infeksi HIV dan AIDS yang terdata bisa diibaratkan merupakan puncak gunung es, di mana lebih banyak penderita yang belum terdata. Untuk mengatasi kasus HIV di Indonesia agar tidak semakin meningkat, pemerintah memberikan perhatian yang sangat serius, dengan memperbanyak program untuk mencegah dan menanggulangi HIV-AIDS.

Program-program pemerintah tersebut anatara lain adalah:

  • menambah jumlah layanan Konseling dan Tes HIV Sukarela,
  • layanan PDP (Perawatan Dukungan dan Pengobatan),
  • layanan PTRM (Program Terapi Rumatan Metadon),
  • layanan IMS (Infeksi Menular Seksual),
  • layanan PPIA (Pencegahan Penularan dari Ibu ke Anak),
  • serta layanan kolaborasi TB-HIV, mengingat Tuberculosis (TB) merupakan penyakit yang sering menyerang orang yang terkena infeksi HIV dan bisa menyebar ke bagian tubuh lainnya.

Dengan penambahan jumlah layanan ini, terjadi peningkatan jumlah orang yang diperiksa, serta terdapat penurunan angka kematian (Case Fatality Rate atau CFR) AIDS dari 4,5% pada tahun 2010 menjadi 1,6% pada bulan September 2012.

Subcribe Yuk

Dapatkan email notifikasi setiap kali ada artikel baru di website ini.