Gaji kantor kurang? Ingin punya penghasilan tambahan? Bisnis online bersama d'BC Network telah terbukti melahirkan banyak jutawan baru.  klik di sini untuk informasi lebih lengkap. 

Jantung Bocor Pada Anak

Jantung Bocor adalah kelainan yang terjadi pada struktur jantung yang mengakibatkan terjadinya lubang pada sekat jantung. Ini termasuk kelainan jantung bawaan yang lebih banyak diderita oleh anak-anak, meski dalam beberapa kasus, ada juga orang dewasa yang mengalami kelainan ini.

 Apa Yang Dimaksud Jantung Bocor itu?

Di Indonesia tercatat dari 1.000 kelahiran, rata-rata terdapat 9 kasus kelainan jantung bawaan pada bayi. Proses pembentukan jantung terjadi pada masa awal pembuahan dan menjadi organ yang sempurna pada akhir trimester pertama kehamilan. Selama masa kehamilan, janin mendapatkan oksigen melalui plasenta, sehingga jika terjadi kelainan bocor jantung pada masa itu tidak akan mempengaruhi bayi. Namun, setelah bayi lahir hal tersebut menjadi masalah serius. Kelainan jantung seperti ini harus dideteksi dan ditangani sejak dini yaitu dengan melakukan pemeriksaan rutin selama kehamilan untuk mengetahui apakah detak jantung janin normal atau tidak. Dokter akan memeriksa detak jantung janin dan jika ia menemukan tanda seperti detak jantung yang tidak normal, kemungkinan besar akan diambil tindakan intensif. Bila bayi lahir dengan nafas pendek, pertumbuhan yang terganggu serta kulit yang membiru, dokter mungkin akan mendiagnosanya sebagai kelainan jantung dan harus mendapatkan perawatan intensif. Saat ini di beberapa rumah sakit besar, kelainan bocor jantung dapat dideteksi sejak awal tes ‘fetal echokardiografi’ yang dilakukan pada masa kehamilan. Selain itu, ibu hamil disarankan untuk menjaga kondisi kesehatannya, tidak mengkonsumsi obat sembarangan dan tidak merokok.

Tanda Dan Gejala Penyakit Jantung Bocor

Dalam kasus jantung yang bocor, sirkulasi darah kotor mengalir ke sirkulasi darah bersih dan memasuki organ-organ penting seperti otak. Jika ini terjadi bayi akan menjadi biru, sesak napas, kejang-kejang dan apabila terlambat ditangani bisa mengarah pada kematian.

Dalam dunia medis dikenal dua jenis penyakit jantung bawaan, yaitu penyakit jantung bawaan biru (sianotik) dan tidak biru (asianotik). Pada penyakit jantung bawaan biru, tanda tandanya dapat terlihat pada ujung-ujung kuku, lidah dan bibir yang berwarna biru. Sedangkan pada penyakit jantung bawaan tidak biru biasanya tanda tandanya tidak langsung terlihat, namun anak menunjukkan gejala seperti mudah sakit, mudah lelah, berat badan kurang, susah minum susu, dan lain-lain. Orangtua perlu waspada jika anaknya mengalami gejala-gejala tersebut.

Kebanyakan penderita kelainan jantung arus menjalani operasi, namun ada beberapa kasus yang bisa disembuhkan dengan pengobatan oral. Jika harus mengambil tindakan operasi, penderita memiliki dua pilihan yaitu melakukan operasi jantung terbuka (open heart surgery) atau memilih tindakan katerisasi; yaitu memasukkan kateter melalui lipatan paha. Kateter akan mencapai jantung dan meletakkan alat seperti payung yang berfungsi menutup kebocoran. Meskipun demikian tidak semua kasus bocor jantung bisa dikateterisasi, khususnya jika letak kebocoran berada agak dibawah, jadi pilihannya hanya melakukan bedah terbuka.

Umumnya operasi tersebut dilakukan ketika usia bayi sudah sekitar tiga bulan; namun, jika keadaannya darurat, operasi bisa dilakukan sesegera mungkin. Pada beberapa kasus bocor jantung, seiring bertambahnya usia anak terkadang lubang dapat menutup sendiri. Namun, jika lubangnya terlalu besar, sebaiknya ditutup sebelum usia sekolah untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan; yaitu dengan cara ditambal atau terkadang dijahit. Jika lubang pada jantung sudah tertutup, sirkulasi darah akan menjadi normal.

Setelah melakukan operasi, dokter masih akan melakukan beberapa pemeriksaan agar hasil operasi dapat berfungsi sebagaimana mestinya. Jika diperlukan, dokter akan melakukan serangkaian tes seperti echokardiogram atau elektrokardiogram untuk memantau kondisi pasien. Selain itu, dalam beraktivitas sehari hari penderita tidak memiliki pantangan berarti, kecuali penderita tidak boleh terlalu capek. Terkadang kelainan bocor jantung ini berlangsung sampai dewasa tanpa adanya tindakan untuk menambalnya. Sebenarnya ini tidak membahayakan selama tidak terjadi infeksi pada jantung bocor tersebut.

Subcribe Yuk

Dapatkan email notifikasi setiap kali ada artikel baru di website ini.