Gaji kantor kurang? Ingin punya penghasilan tambahan? Bisnis online bersama d'BC Network telah terbukti melahirkan banyak jutawan baru.  klik di sini untuk informasi lebih lengkap. 

Ibu Hamil AIDS, Apakah Anak Lahir AIDS?

Wanita bisa tertular infeksi HIV melalui hubungan seksual dengan pasangan yang telah terinfeksi atau penggunaan obat-obatan. Bagaimana dengan wanita pengidap AIDS yang sedang hamil? Apakah anak yang dilahirkan juga mengidap AIDS? Ketika proses kehamilan terjadi, besar kemungkinan virus ini juga menyerang anak yang ada di dalam kandungan. Proses kehamilan adalah salah satu media yang telah mengakibatkan penularan HIV dari ibu kepada anak. Kasus inilah yang mengakibatkan banyaknya anak yang berusia di bawah 15 tahun sudah terkena infeksi HIV.

Kekhawatiran akan menularnya HIV/AIDS kepada bayi yang berada di dalam kandungan bisa dihindari jika ibu yang sedang mengidap HIV/AIDS menjalani program PMTC (Preventif Mother to Child) sejak awal kehamilan. PMTC ini bisa didapatkan di puskesmas dengan dokter yang benar-benar mengetahui  program ini. Dengan penanganan yang baik dan sedini mungkin, anak bisa negatif dari infeksi HIV.

Mencegah penularan HIV dengan program PMTC bagi ibu hamil yang terinfeksi HIV/AIDS agar anak yang lahir jauh dari AIDS, dapat dilakukan dengan cara obat antiretroviral (ARV). Obat harus dikonsumsi guna menjaga kestabilan virus dan tidak menularkan kepada bayi yang ada di dalam kandungan. Setelah itu, ketika proses persalinan datang, ibu pengidap HIV/AIDS harus melahirkan melalui proses bedah caesar serta tidak memberikan ASI ketika anak sudah lahir.

Persalinan normal pengidap HIV-AIDS mengundang risiko tinggi penularan kepada bayi, karena bayi biasanya mengalami trauma saat melewati jalur persalinan. Adanya kontak darah, saat janin melewati jalur persalinan dia mengalami satu trauma dalam bentuk lecet atau luka kecil. Luka lecet inilah yang menjadikan pintu masuk virus HIV kepada bayi. Sebelum menjalani operasi caesar, ibu hamil juga harus dalam kondisi yang stabil dengan stamina yang optimal.

Setelah dilahirkan, bayi juga harus memeriksakan diri melalui tes Viral Load, Rapid, atau Elissa untuk mengetahui perkembangan virus HIV dalam darah bayi. Tes ini dilakukan saat bayi berusia 18 bulan, hal ini dikarenakan pada usia inilah perkembangan virus bisa dilihat. Selain itu, pada usia tersebut bayi juga masih memiliki kekebalan tubuh dari ibunya.

Anak adalah aset penting bagi setiap pasangan. Mereka adalah generasi penerus yang harus dijaga agar tumbuh dan berkembang menjadi bibit-bibit unggul yang diharapkan bisa membawa kemajuan bangsa. Setiap ibu selalu menginginkan anaknya tumbuh sehat. Begitu pula para ibu yang terinfeksi HIV/AIDS, mereka juga memiliki keinginan yang sama agar anaknya sehat ketika lahir, tidak terinfeksi HIV/AIDS seperti yang dialaminya. Oleh karena itulah, sudah menjadi kewajiban kita bersama untuk bertanggungjawab atas diri sendiri, anak, keluarga dan orang lain dengan perilaku terbaik kita agar terhindar dari berbagai hal negatif yang merugikan masa depan.

Subcribe Yuk

Dapatkan email notifikasi setiap kali ada artikel baru di website ini.