Tersedia training online gratis dan sistem online marketing terkini termasuk web, sistem follow up dan randomizer.  klik di sini untuk info lebih lanjut. 

Gejala Penyakit Campak Pada Ibu Hamil

Siapa yang tidak pernah kena campak. Penyakit ini merupakan penyakit yang paling populer karena bisa menyerang siapa saja. Ya, campak dapat menyerang siapapun yang tidak kebal akan virus ini, tidak terkecuali ibu hamil. Namun, tidak perlu khawatir virus campak yang menyerang ibu hamil tidak akan mengakibatkan kelainan pada janin atau bayi yang dikandungnya. Akan tetapi, campak pada ibu hamil dapat meningkatkan beberapa kemungkinan yang tidak menyenangkan seperti kelahiran prematur, bayi yang kekurangan berat badan, bahkan keguguran. Pemahaman akan gejala campak secara tepat pada ibu hamil dapat mencegah risiko yang tidak diinginkan, baik pada sang ibu maupun sang janin.

Gejala campak pada ibu hamil pada dasarnya sama seperti gejala campak yang terjadi pada umumnya. Gejala awal akan muncul 10-12 hari setelah sang ibu terinfeksi virus campak. Gejala awal yang muncul biasanya demam yang tinggi hingga 380C. Demam ini disertai mata memerah dan berair, mata sensitif pada cahaya, batuk kering dan pilek, serta diare. Gejala lain yang juga bisa muncul adalah pusing, mudah lelah, nyeri sendi, atau pembengkakan kelenjar getah bening pada bagian belakang teling atau leher. Hal ini dikarenakan suhu tubuh yang meningkat drastis.

Setelah gejala awal tadi,  pada bagian mulut akan muncul bintil-bintil merah dengan warna putih pada bagian tengahnya. Setelah 2-4 hari, bintil putih tadi akan hilang namun akan muncul ruam-ruam merah pada wajah. Dalam hitungan hari, ruam-ruam ini akan menyebar ke tubuh bagian bawah lainnya, mulai dari leher, tangan, perut, dan kaki. Ruam-ruam merah ini biasanya tidak gatal. Walau tidak merasa gatal, tentu saja ibu hamil akan terganggu dengan kondisi ini. Apalagi biasanya, pada ibu hamil kulit menjadi lebih sensitive karena meningkatnya hormon secara drastic di dalam tubuh.

Bersamaan dengan munculnya ruam merah, biasanya demam atau suhu tubuh semakin meningkat. Selain itu, sakit yang mengawali campak, seperti batuk, pilek, dan diare juga akan lebih parah saat ruam atau bercak merah tadi menyebar. Namun 3-4 hari setelah penyebaran ruam ini, keadaan ibu biasanya akan membaik dan perlahan bercak merah pada tubuh akan menghilang. Ibu hamil bisa mengobati bekas campaknya dengan ramuan tradisional yang aman digunakan bagi kulitnya.

Namun, ibu hamil sebaiknya memang mengenali gejala campak sejak dini agar ibu hamil dapat segera berkonsultasi dengan dokter dan mendapatkan pengobatan yang tepat. Hal ini agar obat yang dikonsumsi berdasarkan resep dokter sehingga aman dan tidak membahayakan sang janin. Pencegahan campak dilakukan dengan menjaga kekebalan tubuh selama hamil yaitu dengan makanan bergizi dan menjaga kebersihan diri. Yuk, kita cegah dibandingkan mengobati.

Subcribe Yuk

Dapatkan email notifikasi setiap kali ada artikel baru di website ini.