Gaji kantor kurang? Ingin punya penghasilan tambahan? Bisnis online bersama d'BC Network telah terbukti melahirkan banyak jutawan baru.  klik di sini untuk informasi lebih lengkap. 

Faktor Penyebab Buta Warna

Buta warna disebabkan oleh  karena adanya kelainan atau kerusakan pada sel kerucut di dalam retina, sehingga seseorang tidak mampu untuk  menangkap spektrum warna tertentu.

Buta warna merupakan suatu kelainan mata yang banyak ditemukan pada anak-anak dan balita. Kelainan ini dapat mempengaruhi kemampuan belajar dan kualitas hidup seorang anak.  Kebanyakan kasus buta warna disebabkan karena bawaan sejak lahir atau penyakit turunan. Namun, dapat pula terjadi karena faktor usia, penyakit bawaan atau disebabkan oleh kecelakaan.
Kemungkinan terjadinya kasus buta warna pada anak laki-laki jauh lebih banyak dibanding anak perempuan. Hal ini dikarenakan  buta warna merupakan kelainan yang bersifat genetik.  Itu sebabnya, kebanyakan buta warna dialami oleh anak laki-laki.

Kesulitan yang ditemui oleh anak yang mengalami buta warna

Anak buta warna akan mendapat kesulitan dalam membedakan warna merah, hijau, biru atau campuran dari berbagai warna. Buta warna dibagi dalam dua kategori, yaitu buta warna total dan buta warna parsial. Pada buta warna total, penyandangnya tidak bisa mengenali warna lain, kecuali hitam dan putih. Sementara itu, pada buta warna parsial, penyandang mengalami kekurangan pigmen dalam sel retinany sehingga tidak bisa melihat warna tertentu saja.

Yang perlu diluruskan, penderita buta warna bukan tidak bisa mengenali satu warna tertentu, tetapi ia tak bisa mengenali kombinasi atau campuran warna. Ia bisa saja tahu warna-warna dasar, seperti kuning, merah, dan biru, serta warna-warna sekunder, seperti hijau, jingga, dan ungu. Tetapi ketika warna-warna itu dikombinasikan lagi dengan warna-warna lainnya, seseorang yang mengalami buta warna  tidak mampu mengenali atau bingung menentukan, warna apakah itu.  Apakah itu hijau tua atau biru, dan sebagainya.

Sebagai  orangtua perlu waspada dan segera memeriksakan anaknya bila tidak bisa membedakan warna atau salah dalam menyebutkan warna meski sudah sering diajarkan. Perhatikan juga riwayat keluarga, apakah ada anggota keluarga yang mengalami buta warna. Selain itu orangtua bisa melakukan pemeriksaan buta warna sendiri di rumah. Caranya, campurkan mainan yang  beraneka warna. Kemudian, minta anak mengambil mainan tersebut sesuai dengan warna yang disebutkan. Jika anak-anak tampak bingung, maka sekecil apa pun kecurigaan, tak ada salahnya untuk dapat segera dikonsultasikan pada dokter mata.

Yang perlu disadari, anak penderita buta warna tidak mengalami hambatan secara fisik dan kesehatan. Anak tetap dapat hidup, beraktivitas, bersekolah, berkarier, dan sebagainya. Orangtua tetap bisa mengarahkan anak pada bidang-bidang profesi yang tidak membutuhkan keahlian warna secara dominan.

Subcribe Yuk

Dapatkan email notifikasi setiap kali ada artikel baru di website ini.