Ingin punya bisnis sendiri? Ingin punya penghasilan tambahan? Yang satu ini bisa dikerjakan dari rumah atau dari mana pun saja!  Klik untuk info lebih lanjut! 

Dispepsia: Rasa Tidak Nyaman pada Perut

Dispepsia: Rasanya tidak nyaman pada perut seringkali terjadi kapan saja. Beberapa orang bahkan tidak menyadari sedang mengalami dispesia dan menganggap hanya masuk angin biasa. Padahal, rasa tidak nyaman di wilayah perut bagian atas sering dikeluhkan sebagai rasa kembung, perut penuh, adanya gas, sendawa terus menerus, perut terasa penuh, bahkan sampai mual dan ingin muntah. Sebenarnya, dispepsia merupakan salah satu gangguan saluran pencernaan terutama di daerah lambung. Penderita biasanya merupakan sosok yang sibuk sehingga tidak memperhatikan pola makan dan jenis makanan yang dikonsumsi. Dengan pola makan yang tidak teratur ini, lambung menjadi tidak seimbang dalam bekerja. Bagi beberapa orang, mengkonsumsi makanan bisa mengurangi rasa tidak nyaman. Namun sebaliknya, ada orang-orang yang mengkonsumsi justru semakin menderita dispepsia: rasa tak nyaman pada perut.

Penyebab dan Gejala Dispepsia: Rasa Tidak Nyaman pada Perut

Apakah sesekali anda sering merasa ada suara halus dari perut atau usus? Atau barangkali mengeluarkan sendawa yang disertai rasa sakit di bagian perut atas? Jika ya, maka anda sedang mengalami gejala dispepsia. Kalau anda ingin sembuh dengan segera, bisa dicoba mengonsumsi makanan lembut perlahan-lahan. Ketika rasa tak nyaman itu hilang, berarti anda orang yang cocok dengan tipikal penderita yang kembali sembuh karena mengkonsumsi makanan. Karena ada juga kasus penderita malah semakin sakit setelah mengkonsumsi makanan. Biasanya, penyebab dispepsia ringan ini karena menelan udara, kecemasan atau depresi, atau ketidakmampuan tubuh dalam mencerna susu atau produk yang mengandung laktosa. Untuk beberapa kasus yang lebih lama, dispepsia: rasa tak nyaman pada perut disebabkan oleh penyebab yang lebih parah.

Penyebab yang membahayakan pada dispepsia: rasa tak nyaman pada perut adalah munculnya asam lambung yang berlebihan, kelainan gerak usus (yang tentunya sulit terdeteksi), iritasi lambung, dan kanker lambung. Ketika dispepsia sudah berubah semakin parah tak lagi merasa kembung, tapi sampai pada tahap mual hingga muntah, penderita harus segera dibawa ke dokter. Apalagi ketika sudah muncul gejala kesulitan menelan makanan dan penurunan berat badan. Dispepsia ringan sering terjadi hanya dalam jangka waktu beberapa jam. Namun, jika sudah semakin parah, penderita bisa mengalami sakitnya bahkan hingga lebih dari satu minggu. Tentu menderita sekali mengalami dispepsia selama satu minggu dan harus segera diperiksa oleh dokter.

Pengobatan dan Pencegahan Dispepsia: Rasa Tidak Nyaman pada Perut

Jika sudah mengalami dispepsia, hal yang harus mereka lakukan tentu mengobatinya. Memeriksakan diri ke dokter adalah tindakan bijaksana agar dokter bisa memberikan resep yang tepat atau mendiagnosis secara rinci apa penyebab dispepsia yang diderita. Untuk mengetahui penyebabnya, biasanya dokter akan melakukan pemeriksaan kerongkongan, lambung, bahkan melalui pemeriksaan laboratorium. Bila penyebab masih tidak ditemukan, dokter akan memberikan obat antasid yang bisa diminum dalam jangka waktu singkat. Antasid atau penghambat H2 seperti ranitidine atau cimetidine bisa dikonsumsi untuk mengobati gejala-gejala yang timbul. Jika diketahui penyebabnya semisal karena terinfeksi bakteri di lapisan lambung, dokter biasanya memberikan bismuth subsalisilate atau antibiotik sesuai kadar yang diperlukan.

Pencegahan dispepsia: rasa tidak nyaman pada perut bisa dilakukan sejak dini. Yang terpenting dalam pencegahan adalah mengatur pola makan sebaik mungkin. Agar kadar gas dalam lambung tidak tinggi, hindari jenis makanan yang bisa menimbulkan gas seperti kentang, semangka, kol, kubis, dan lain-lain. Hindari juga makanan yang terlalu pedas atau asam agar tidak merangsang asam lambung. Untuk mencegah lambung tidak terluka atau infeksi, jangan mengkonsumsi obat-obatan yang berpotensi melukai lambung seperti aspirin, naproxen, dan ibuprofen. Menghindari rokok, alkohol, dan kafein juga dipercaya sebagai pencegahan dispepsia: rasa tidak nyaman pada perut.

Subcribe Yuk

Dapatkan email notifikasi setiap kali ada artikel baru di website ini.