Ingin punya bisnis sendiri? Ingin punya penghasilan tambahan? Yang satu ini bisa dikerjakan dari rumah atau dari mana pun saja!  Klik untuk info lebih lanjut! 

Data dan Fakta Bayi Tabung

 

Bayi tabung merupakan suatu metode alternatif untuk memiliki keturunan bagi pasangan yang sudah lama menikah namun tidak juga dikaruniai anak. Kegagalan memiliki keturunan bisa saja disebabkan oleh gangguan kesuburan, kelainan genetis hingga gangguan organ genital. Serangkaian data dan fakta bayi tabung berikut ini mungkin dapat mengenali lebih dekat tentang bayi tabung.

Gangguan Kesuburan

Gangguan kesuburan merupakan permasalahan yang paling sering dialami oleh pasangan yang memutuskan menggunakan metode bayi tabung. Gangguan kesuburan bisa dipicu oleh infertilitas atau tidak adanya muatan genetis pada sel kelamin baik pada sel telur ataupun sel sperma. Infertilitas bisa disebabkan oleh kelainan genetis, gangguan organ reproduksi atau pun infeksi oleh bakteri dan virus. Beberapa jenis virus tertentu dapat menyebabkan gangguan pada organ reproduksi seperti virus HPV atau pun bakteri trichomonas. Gangguan kesuburan lain bisa juga disebabkan oleh perkembangan jaringan endometrium yang menutupi saluran telur yang menuju rahim sehingga menyebabkan kegagalan pembuahan sel telur oleh sperma atau pun jika terjadi pembuahan, janin tidak menuju rahim sehingga terjadi kehamilan ektopik. Terjadinya gangguan kesuburan baik pada wanita ataupun pria merupakan salah satu data dan fakta bayi tabung yang perlu diketahui.

Impotensi

Impotensi merupakan salah satu gangguan tidak terjadinya peristiwa ereksi yang menyebabkan seorang pria tidak dapat mengeluarkan sel sperma untuk membuahi sel telur atau ovarium. Salah satu data dan fakta bayi tabung yang perlu diketahui adalah  belum tentu seorang pria impotensi dikatakakan tidak subur. Bisa jadi seorang pria memiliki sel sperma yang subur, hanya saja terjadi suatu peristiwa yang menyebabkannya tidak dapat mengalami ereksi seperti kecelakaan ataupun gangguan psikologis yang menyebabkan bayi tabung menjadi pilihan utama untuk bisa memiliki keturunan.

Proses Bayi Tabung

Ketika pasangan memutuskan penggunaan metode bayi tabung serangkaian proses pendahuluan harus dilakukan terlebih dahulu, agar kegagalan kehamilan bisa diketahui penyebabnya. Berdasarkan data dan fakta bayi tabung yang berhasil diperoleh, serangkaian tes harus dijalani oleh pasangan sebelum memutuskan penggunaan metode bayi tabung. Beberapa tes pendahuluan yang dilakukan antara lain tes kesuburan, meliputi kualitas dan kuantitas sperma serta tes ovarium yang meliputi kadar materi genetis. Apabila penyebabnya adalah kadar muatan genetis yang tidak bagus, tindakan pendahuluan yang harus dilakukan adalah melakukan terapi hormonal agar sel kelamin memiliki mutu yang baik. Tidak menutup kemungkinan dilakukan pemilihan atau seleksi sel kelamin yang dianggap layak atau bagus. Menurut data dan fakta bayi tabung, sel telur dan sel sperma yang telah terpilih akan dipertemukan dalam sebuah tabung yang kondisinya mirip dengan kondisi rahim sehingga terjadi pembuahan. Embrio hasil pembuahan akan ditanamkan kembali ke dalam rahim calon ibu untuk mengalami proses kehamilan yang bertujuan agar embrio mengalami pertumbuhan dan perkembangan menjadi bayi yang siap dilahirkan melalui proses persalinan.

Tes Pendahuluan

Berdasarkan data dan fakta bayi tabung, serangkaian tes pendahuluan mengenai layak tidaknya kondisi rahim ataupun riwayat kesehatan calon ibu akan diobservasi secara detail. Observasi atau pengumpulan data ini bertujuan agar penanaman embrio atau janin pada rahim tidak mengalami gangguan pertumbuhan dan perkembangan akibat kelainan rahim serta infeksi bakteri ataupun virus yang menyerang rahim. Apabila serangkaian observasi pendahuluan yang dilakukan ternyata ditemukan resiko penyakit yang mengancam tumbuh kembang janin, tindakan medis harus dilakukan minimal selama 6 bulan sebelum pasangan memutuskan penggunaan metode bayi tabung.

Tindakan Alternatif

Apabila ternyata ditemukan gangguan kesehatan yang menyebabkan seorang calon ibu tidak mungkin mengalami kehamilan seperti pengangkatan rahim akibat serangan kanker endometrium, tindakan alternatif mungkin saja dapat dilakukan misalnya menyewa rahim wanita lain yang sudah bersuami. Di Indonesia sendiri, proses sewa menyewa rahim untuk menanamkan embrio atau janin hasil bayi tabung sudah memiliki hukum positif walaupun menurut data dan fakta bayi tabung di Indonesia jarang sekali ditemukan seorang wanita yang bersedia menyewakan rahimnya, padahal di luar negeri utamanya di daerah Eropa dan Amerika, banyak ditemui kasus persewaan rahim ataupun donor sperma yang dapat dijadikan alternatif memiliki keturunan lewat proses bayi tabung. Pemilihan donor sperma ini diakibatkan karena pasangan sudah terinfeksi oleh virus mematikan seperti HIV, memiliki kelainan genetis yang dapat diturunkan, hingga pasangan lesbian yang ingin memiliki anak.

Serangkaian data dan fakta bayi tabung di atas mungkin bisa dijadikan pertimbangan untuk menentukan perlu tidaknya dilakukan proses bayi tabung bagi pasangan yang sudah menikah, namun tidak kunjung memiliki keturunan. Namun demikian, tingkat keberhasilan bayi tabung yang dilakukan tidaklah mutlak, hanya sekitar 60% hingga 70% pasangan yang berhasil memiliki keturunan melalui proses bayi tabung dan hanya sekitar 30% yang berhasil mengalami kehamilan kedua melalui proses yang sama. Semoga bermanfaat.

Subcribe Yuk

Dapatkan email notifikasi setiap kali ada artikel baru di website ini.