Tersedia training online gratis dan sistem online marketing terkini termasuk web, sistem follow up dan randomizer.  klik di sini untuk info lebih lanjut. 

Cara Meningkatkan Keberhasilan Bayi Tabung

Sebagian besar pasangan suami istri yang menginginkan program bayi tabung tentu bertanya-tanya, kira-kira berapa persen tingkat keberhasilan bayi tabung tersebut? Artikel berikut akan membahas mengenai prosentase dan cara meningkatkan keberhasilan bayi tabung. Berapa persen tingkat keberhasilannya? Pada saat pembuatan bayi tabung Louise Brown pertama kalinya pada tahun 1978 tingkat keberhasilan bayi tabung hanyalah 1%. Namun seiring perkembangan teknologi kedokteran, maka tingkat keberhasilan bayi tabung pun semakin meningkat hingga 60%.

Ada beberapa faktor yang mempengaruhi tingkat keberhasilan bayi tabung, antara lain:

  1. Kelengkapan dan kecanggihan teknologi kedokteran yang digunakan
    Semakin lengkap dan canggih teknologi yang digunakan maka semakin besar pula peluang keberhasilan bayi tabung yang dijalani.
  2. Keahlian dokter yang menangani bayi tabung
    Dokter juga memegang peranan penting dalam mengambil sel telur dari indung telur sang ibu dan sperma sang ayah yang selanjutnya dipertemukan sehingga terbentuklah embrio kecil. Tidak sampai disitu, dokter juga bertanggung jawab terhadap keberhasilan menanam embrio di rahim sang ibu hingga terjadi kehamilan.
  3. Usia ibu yang akan ditanam bayi tabung
    Usia ibu juga menentukan keberhasilan bayi tabung karena ini berkaitan dengan kesehatan dan kondisi rahim sang ibu. Selain itu juga seiring meningkatnya usia sang ibu, maka semakin menurun pula jumlah folikel antral yakni gelembung yang berisi sel telur di dalam indung telur. Sehingga jika pada usia ibu yang tak muda lagi terjadi kehamilan, maka dapat berisiko menyebabkan berbagai gangguan seperti keguguran dan kelainan kromosom. Sebuah studi juga menjelaskan bahwa usia dibawah 35 tahun mempunyai tingkat keberhasilan 25%, sedang usia di atas 40 tahun hanya mempunyai tingkat keberhasilan 10%. Sementara ibu yang berusia di atas 45 tahun hanya berpeluang 1% keberhasilannya dan ibu yang berusia 50 tahun 0% tingkat keberhasilannya.

Bagaimana cara meningkatkan tingkat keberhasilan bayi tabung?

Berdasarkan informasi sebelumnya tentang faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan program bayi tabung, maka ada beberapa cara untuk meningkatkan tingkat keberhasilan bayi tabung berikut ini.

  1. Lakukan tes darah terlebih dahulu sebelum menjalani program bayi tabung. Hal ini disebabkan darah menjadi indikator gen yang menentukan sukses atau tidaknya program bayi tabung. Jika ternyata hasil tes darah menunjukkan kemungkinan kecil untuk hamil maka program bayi tabung sebaiknya diurungkan.
  2. Pilihlah rumah sakit yang menyediakan klinik bayi tabung yang didukung peralatan medis yang lengkap dan canggih serta di dukung oleh dokter yang telah berpengalaman dalam menangani program bayi tabung.
  3. Usahakan ibu yang akan diinplantasi embrio bayi tabung masih berusia muda sehingga kesehatan dan kondisi rahim sang ibu masih baik. Oleh karena itu bagi pasangan yang belum juga dikarunai anak sebaiknya cepat-cepat mengikuti program bayi tabung sebelum usia pasangan bertambah tua.
  4. Bersikaplah rilaks dan berfikirlah positif, jangan membayangkan yang tidak-tidak mengenai proses pembuatan bayi tabung yang akan dijalani. Serahkanlah urusan tersebut pada dokter ahli yang menangani dan Tuhan yang Maha Pencipta. Biasanya dokter yang menangani Anda akan memandu untuk melakukan relaksasi sendiri (self-relaxation). Dengan relaksasi akan membuat hormon-hormon yang ada di dalam tubuh melepaskan sel telur dan sel sperma kualitas baik.
  5. Usahakan sang suami untuk terus mensupport sang istri agar proses program bayi tabung dapat berjalan lancar hingga melahirkan nanti.
  6. Konsumsi banyak alpukat. Alpukat mengandung lemak tak jenuh tunggal dipercaya dapat melindungi jantung dan meningkatkan kesuburan serta dapat menurunkan peradangan di dalam tubuh.
  7. Hindarilah minum kopi  karena bisa mengurangi peluang kesuksesan proses fertilisasi /pembuahan berbantu. Beberapa ahli juga berpendapat bahwa kopi sama buruknya dengan kebiasaan merokok. Hal ini disebabkan efek buruk dari kopi dapat menimbulkan kegagalan ketika proses pembuahan maupun inplantasi embio ke dalam rahim.

Demikianlah artikel seputar cara meningkatkan keberhasilan bayi tabung. Semoga dapat bermanfaat bagi pasangan suami istri yang akan merencanakan program bayi tabung.

Subcribe Yuk

Dapatkan email notifikasi setiap kali ada artikel baru di website ini.