Tersedia training online gratis dan sistem online marketing terkini termasuk web, sistem follow up dan randomizer.  klik di sini untuk info lebih lanjut. 

Bisakah Pengobatan Akupuntur dan Bekam dilakukan Bersamaan?

Salah satu teknik pengobatan TCM (traditional Chinese medicine) yang populer di Indonesia adalah Akupuntur. Terapi ini menggunakan jarum yang ditusukkan pada titik-titik tertentu pada tubuh pasien. Titik penusukan tidak ditentukan secara sembarangan.

Sedangkan bekam adalah teknik pengobatan dengan cara membuang darah kotor dari dalam tubuh. Darah dari dalam tubuh akan dibuang dengan teknik vacuum. Caranya dengan meletakkan gelas yang akan menyedot darah dari dalam tubuh dengan menggunakan teknik hampa udara. Tak perlu takut kehabisan darah gara-gara menggunakan terapi bekam ini, karena darah yang diambil bukanlah darah yang berada di dalam pembuluh darah. Melainkan darah yang berada di lapisan kulit jangat.

Dua teknik terapi alternatif ini telah terbukti mampu mengurangi berbagai keluhan kesehatan. Hingga timbul pertanyaan apakah menjalani terapi akupuntur dan bekam bisa dijalankan beriringan?

Pada dasarnya bekam dan akupuntur sesungguhnya sangat serupa. Titik-titik tempat darah dikeluarkan dengan teknik bekam sesungguhnya adalah titik-titik akupuntur juga. Perbedaannya hanyalah pada alat yang digunakan. Bila akupuntur memanfaatkan jarum yang disisipkan pada bagian tubuh untuk merangsang persyarafan di titik yang ditusuk, bekam menggunakan metode mengeluarkan darah.

Jadi jawaban atas pertanyaan apakah akupuntur dan bekam bisa dijalankan beriringan, adalah bisa saja. Selama akupuntur dan bekam tersebut dilakukan di titik-titik yang berbeda. Tentu saja pelaksanaannya juga tidak saling mengganggu.

Hal yang harus diperhatikan saat menggunakan dua metode ini adalah higienitas tempat dan alat-alat yang digunakan. Karena terapi bekam menyebabkan luka pada tubuh, tentu harus dilakukan dengan sangat hati-hati agar terhindar dari resiko infesi pada luka. Alat-alat yang digunakan juga harus steril. Agar pasien yang diterapi tidak tertular berbagai jenis penyakit dari pasien yang lain.

 

Subcribe Yuk

Dapatkan email notifikasi setiap kali ada artikel baru di website ini.