Tersedia training online gratis dan sistem online marketing terkini termasuk web, sistem follow up dan randomizer.  klik di sini untuk info lebih lanjut. 

Apa Perbedaan HIV dan AIDS?

Kita sering mendengar bukan tentang HIV dan AIDS? Penyakit yang disinyalir berawal dari pergaulan bebas atau seks dengan berganti-ganti pasangan ini memang sangat familiar di telinga kita. Namun, selama ini, banyak di antara kita yang masih salah kaprah dengan menganggap HIV dan AIDS itu adalah sama. Keduanya dianggap sebagai penyakit yang sama padahal keduanya jelas memiliki perbedaan walau memang memiliki keterkaitan atau hubungan yang amat sangat dekat. Lalu, apa sih HIV dan apa itu AIDS? Ada baiknya kita mengenal keduanya dengan baik agar tidak salah memberikan pengertiannya.HIV atau kepanjangan dari human immunodeficiency syndrome adalah virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh manusia. Sedangkan AIDS atau kepanjangan dari acquired immune deficiency syndrome adalah penyakit yang disebabkan karena HIV. Jadi, bila HIV adalah sebab, maka AIDS adalah akibat. HIV berupa virus yang menjadi awal terjangkitnya AIDS.

Memerlukan Proses

Proses dari HIV menuju AIDS berbeda- beda tiap orang. Ada yang membutuhkan waktu sekitar 5 – 10 tahun, namun ada juga yang hanya membutuhkan beberapa tahun saja bahkan bulan. Karena virus ini menyerang kekebalan tubuh, maka proses selanjutnya adalah tergantung dari kekebalan tubuh penderita itu sendiri. Bila kondisi penderita sangat lemah, proses dari HIV menjadi AIDS bisa hanya dalam hitungan bulan saja. Pun sebaliknya.Apa perbedaan HIV dan AIDS yang lainnya. Seseorang yang sudah divonis terinfeksi HIV bisa jadi tidak sampai terkena AIDS bila segera diberi penanganan dengan baik. Bisa saja penderita tersebut hanya terinfeksi HIV seumur hidupnya, tanpa AIDS. Namun, memang sebagian besar, siapapun yang sudah terinfeksi HIV, cepat atau lambat akan terkena AIDS.

Komplikasi Yang Sulit Disembuhkan

Saat seseorang masih terserang HIV, biasanya masih belum terlihat secara fisik. Bisa saja penderita terlihat sehat, padahal sebenarnya terinfeksi HIV. Sedangkan saat seseorang sudah positif terkena AIDS, maka secara fisik biasanya akan kelihatan. Penderita akan mengalami komplikasi dan sulit untuk disembuhkan.Yang perlu diwaspadai adalah HIV-nya. Karena gejalanya tidak terlihat, banyak orang yang menyepelekannya. Mereka baru menyadari saat sudah telanjur terserang AIDS. Padahal, penanganan HIV tentu saja lebih mudah daripada AIDS. Pada kenyataannya, ada orang yang seumur hidupnya “hanya” menderita HIV dan masih bisa bertahan hidup dengan penangan yang tepat. Namun, ketika seseorang tersebut sudah divonis AIDS, maka kesempatannya untuk hidup lebih lama akan sangat sulit sekalipun sudah diberi perawatan paling canggih di seluruh dunia.

Dari HIV ke AIDS

Dari sedikit penjelasan di atas, setidaknya kita bisa menyimpulkan apa perbedaan HIV dan AIDS. Bisa dikatakan HIV adalah akarnya, sedangkan AIDS adalah pohonnya. Sehingga, bila ingin memberantas, seharusnya dari awal sejak divonis HIV dan tak harus menunggu menjadi AIDS.
HIV menjadi awal terjadinya penyakit AIDS yang mematikan. Maka, sebelum AIDS itu menyerang sebaiknya menghindari hal-hal yang bisa membuat kita terjangkit virus HIV salah satunya adalah dengan menghindari seks bebas yaitu melakukan hubungan seks dengan berganti-ganti pasangan. Bukan hanya itu, seringnya menggunakan jarum suntik yang bergantian dan ini biasanya bagi mereka yang menggunakan narkoba menjadi awal tertularnya virus HIV ini. Mari kita tingkatkan wawasan dan pengetahuan kita mengenai cara-cara melindungi diri dari tertularnya virus HIV, kalau bukan Anda siapa lagi yang akan melindungi diri Anda? Lindungi diri Anda sejak dini dan tetaplah sehat!

Subcribe Yuk

Dapatkan email notifikasi setiap kali ada artikel baru di website ini.