Tersedia training online gratis dan sistem online marketing terkini termasuk web, sistem follow up dan randomizer.  klik di sini untuk info lebih lanjut. 

AIDS Tidak Menular!

Penyakit AIDS memang menakutkan. Belum adanya obat yang terbukti 100% ampuh membuat penyakit ini berada di urutan teratas sebagai penyakit yang mematikan. Belum lagi efek komplikasi yang terjadi. Semuanya semakin membuat banyak kalangan paranoid. Termasuk untuk berdekatan dengan penderita penyakit AIDS. Penyakit AIDS tidak menular secara langsung. Penularan hanya terjadi melalui pertukaran cairan tubuh. Apa sajakah cairan tubuh yang merupakan sarana penularan AIDS? Hal-hal apa saja yang masih bisa dilakukan bersama dengan penderita AIDS yang tidak menularkan penyakit?

Seperti yang disebutkan di atas, penyakit AIDS tidak menular melalui hal-hal yang biasa. Berikut ini adalah sarana-sarana penularan penyakit AIDS.

  1. Cairan tubuh pertama yang merupakan sarana penularan penyakit AIDS adalah darah. Jika darah yang terinfeksi virus AIDS bercampur dengan darah lain yang tidak terinfeksi, bisa dipastikan pemilik darah biasa akan menjadi terinfeksi. Caranya mungkin dengan melalui luka, transfusi darah, menggunakan jarum suntik bekas penderita AIDS, dan lain-lain.
  2. Cairah tubuh kedua yang menjadi sarana penular virus AIDS adalah sperma. Di sini, jika pria penderita AIDS berhubungan intim dengan wanita normal yang tidak menderita AIDS, bisa dipastikan si wanita akan tertular. Hal ini tentu saja karena sperma si pria akan masuk langsung ke dalam rahim yang dindingnya memang merupakan kumpulan dari pembuluh darah. Selain melalui hubungan intim, penularan dengan sperma bisa terjadi pada bank sperma.
  3. Semen merupakan cairan yang ke luar bersama sperma. Semen adalah cairan yang berfungsi sebagai penunjang hidup sperma agar tetap hidup sampai sperma tersebut berhasil membuahi sel telur wanita. Karena semen ke luar saat sperma ke luar maka secara langsung, semen juga bisa menularkan virus AIDS pada wanita. Baik melalui hubungan itim atau pun bank sperma.
  4. Cairan kelamin (vagina atau pun penis). Cairan kelamin berfungsi sebagai pelumas ketika sedang melakukan hubungan intim. Karena hal ini, seperti halnya sperma atau pun semen, cairan kelamin bisa menjadi sarana penularan virus AIDS. Pada cairan kelamin, pria atau pun wanita bisa menjadi penular.
  5. Air susu ibu ke luar langsung dari pembuluh-pembuluh darah dan asi tersebut akan diserap bayi melalui pembuluh darahnya di usus secara terus menerus (intens). Karenanya, ibu penderita AIDS pasti akan menularkan virus AIDS-nya kepada bayi yang meminum asinya.

Itulah cairan-cairan tubuh yang merupakan sarana penular penyakit (virus) AIDS. Karena hal itulah, kegiatan-kegiatan yang tidak melibatkan cairan-cairan itu tidak akan menularkan penyakit AIDS. Misalnya saja berjabatan tangan, berpelukan, meminjamkan pakaian, menggunakan alat-alat makan bersama, berbicara secara dekat, dan lain-lain. Tetaplah waspada terhadap penyakit atau virus apa pun. Pastikan tubuh Anda selalu sehat dan fit karena semua penyakit bisa timbul saat kekebalan tubuh lemah. Pastikan juga bahwa dengan mengetahui AIDS tidak menular secara biasa, Anda masih bisa berkomunikasi bahkan menjadi teman penderita AIDS. Mereka membutuhkan Anda lebih dari biasanya. Semoga bermanfaat.

Subcribe Yuk

Dapatkan email notifikasi setiap kali ada artikel baru di website ini.